Standar
Kegiatan Kemahasiswaan
DeskripsiKegiatan kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana pengembangan
diri mahasiswa kearah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta
integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Dimana kegiatan
kemahasiswaan terdiri atas kegiatan kurikuler yaitu kegiatan akademik yang
meliputi kuliah, pertemuan kelompok kecil (seminar, diskusi, response),
bimbingan penelitian, praktikum, tugas mandiri, belajar mandiri, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat (kuliah kerja lapangan). Kegiatan ekstrakurikuler,
yaitu kegiatan kemahasiswaan yang meliputi penalaran dan keilmuaan, minat dan
kegemaran, upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa, dan bakti sosial bagi
masyarakat.
Elemen Standar Kegiatan Kemahasiswaan
1.
Kegiatan kemahasiswaan
diorientasikan untuk mewujudkan generasi yang bertaqwa, cerdas, kritis, santun,
bermoral, demokratis, bertanggungjawab dan memiliki daya saing, Visi-Misi
ini diturunkan ke dalam kegiatan pembimbingan kemahasiswaan, baik kegiatan yang
bersifat rutin maupun kegiatan yang bersifat insidental.
2.
Program kegiatan disusun
melalui musyawarah atau rapat kerja kemahasiswaan yang melibatkan pengurus
organisasi kemahasiswaan, dosen pembimbing/pendamping,dan pihak yang
berkompeten.
3.
Kegiatan kemahasiswaan
diarahkan untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan.
4.
Kegiatan kemahasiswaan
mengacu kepada kegiatan yang mempunyai nilai kompetisi, baik tingkat lokal,
maupun nasional.
5.
Kegiatan kemahasiswaan
dimaksudkan dapat mengakomodasi minat dan bakat yang dimiliki mahasiswa, dapat
meningkatkan prestasi, dan dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.
6.
Target kegiatan
kemahasiswaan adalah terrealisasi kegiatan yang dapat menghasilkan
generasi yang bertaqwa, cerdas, kritis, santun, bermoral, demokratis,
bertanggungjawab dan memiliki daya saing.
7.
Pembimbingan kepada
mahasiswa dilakukan oleh pembina.
8.
Dosen yang menjadi
pembimbing mahasiswa dipilih sesuai dengan kompetensi dosen pada bidang
kegiatan kemahasiswaan yang dikembangkan.
9.
Pembimbing kegiatan
kemahasiswaan dapat juga diambilkan dari mahasiswa senior yang memiliki
kemampuan dan pengalaman dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.
10.
Pembimbingan kepada
mahasiswa ditetapkan dengan SK Ketua, dengan masa tugas pembimbingan selama
satu tahun.
11.
Fasilitas kegiatan
kemahasiswaan disediakan oleh Perguruan Tinggi disesuaikan dengan tingkat
penyelenggaraan kegiatan tersebut. Fasilitas yang disediakan berupa
Elemen Standar
a.
Penalaran
1.
Penyelenggaraan
pelatihan/workshop kepemimpinan untuk mahasiswa minimal satu tahun satu kali.
2.
Penyelenggaraan
pelatihan/workshop kewirausahaan untuk mahasiswa minimal satu tahun satu kali.
3.
Penyelenggaraan
pelatihan/workshop penelitian dan karya ilmiah setiap satu semester satu kali.
4.
Penyelenggaraan kajian
mahasiswa secara reguler (bulanan).
5.
Penyelenggaraan
pembimbingan kelompok-kelompok mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah secara
regular.
6.
Penyelenggaraan
pengembangan inovasi mahasiswa secara periodik.
b.
Minat Bakat dan
Kegemaran
1.
Penyelenggaraan kegiatan
untuk peningkatan dan pengembangan minat bakat bagi mahasiswa di bidang
Olahraga, Seni, Jaringan, Hardware, Software, Bahasa Inggris, dan pencinta alam
secara teragenda.
2.
Memiliki club-club yang
mewadahi minat bakat dan kegemaran mahasiswa.
3.
Memiliki program kerja
dari masing-masing club yang mewadahi minat bakat dan kegemaran mahasiswa.
4.
Memiliki target
pencapaian program kerja dari masing-masing club.
c.
Organisasi
1.
Ada buku Pedoman
Organisasi Kemahasiswaan.
2.
Buku Pedoman Organisasi
Kemahasiswaan berisi antara lain ketentuan dan peraturan tentang keberadaan
organisasi mahasiswa , hak dan kewajiban anggota organisasi kemahasiswaan,
pembimbingan, pendanaan, masa kepengurusan, dan lain-lain.
3.
Masing-masing organisasi
kemahasiswaan memiliki visi, misi, dan tujuan organisasi kemahasiswaan yang diturunkan
dari visi, misi,dan tujuan Bidang Kemahasiswaan STIKI.
4.
Masing-masing organisasi
kemahasiswaan memiliki program kerja/kegiatan yang disusun setiap periode
kepengurusan.
5.
STIKI menyediakan sarana
dan prasarana yang memadai untuk kesekretariatan guna menunjang kegiatan
organisasi kemahasiswaan di masing-masing , jurusan, dan program studi.
d.
Kesejahteraan dan Bakti
Sosial
1.
Melakukan kegiatan
bakti-sosial secara terencana dan periodik, dan secara insidental dalam
merespons situasi terkini.
2.
Menyediakan beasiswa
bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa kurang mampu dengan rasio jumlah
keseluruhan mahasiswa banding mahasiswa yang menerima beasiswa dari STIKI
minimal 50 : 1.
3.
Memberikan penghargaan
kepada mahasiswa yang berprestasi pada tingkat lokal, nasional, dan regional,
berupa pengurangan atau pembebasan biaya kuliah secara berjenjang.
e.
Keagamaan
1.
Memiliki unit kegiatan
Kerohanian.
2.
Menyelenggarakan
kegiatan peringatan hari besar agama.
3.
Menyelenggarakan
kegiatan keagamaan lainnya.
Problematika
yang sering di hadapi mahasiswa ketika belajar di perguruan tinggi adalah:
1)Kejenuhan dan Kemalasan
Belajar di perguruan tinggi memakan waktu yang tidak sebentar. hal ini sering kali mendatangkan rasa jenuh dan malas belajar. Belum lagi tuntunan kemandirian yang lain yang akan membawa pengaruh terhadap kehidupan psikis.
2) Ketidakmampuan mengelola waktu
Waktu tak pernah kembali. itulah falsafah waktu. efektifitas belajar di perguruan tinggi sangat bergantung pada bagaimana mahasiswa mengelola waktu tersebut. dengan keterbatasan waktu tersebut mahasiswa dituntut untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
3) Kurang berminat pada mata kuliah atau dosen tertentu.
Kurangnya minat pada matakuliah atau dosen tertentu dapat menjadi penghambat mahasiswa dalam belajar di perguruan tinggi. Demikian pula halnya dengan dosen, bila anda tidak suka dengan dosen tersebut,usahakan untuk tetap mengikuti perkuliahannya. Anda tidak mungkin menghindar dari dosen yang bersangkutan. Hilangkan perasaan tidak suka pada dosen tersebut.
4) Keuangan
Kekurangan dan kelebihan uang akan menjadi problematik selama belajar di perguruan tinggi. kekurangan uang akan menghambat mahasiswa dalam belajar karena tugas-tugas dan masalah yang berhubungan dengan finansial solusinya kurang dapat diatasi tanpa keuangan yang cukup. sebaliknya kelebihan uang pun bisa menjadi masalah bagi mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai banyak uang biasanya cenderung menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak penting (konsumtif). Fasillitas yang tersedia di kota besar sangat banyak, sehingga akan menjadikanya terlena dan lupa akan tugasnya sebagai mahasiswa.
5) Lingkungan pergaulan
Keberhasilan belajar di perguruan tinggi juga dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan anda, jika anda bergaul pada lingkungan yang kondusif, anda tidak akan mengalami hambatan dalam belajar. Tetapi jika anda berada dalam pergaulan yang tidak kondusif, anda akan mengalami hambatan dalam belajar. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami drop out karena pengaruh lingkungan pergaulan.
6) Tempat kost
Bagi yang berasal dari daerah lain atau kota lain, tempat kost adalah tempat yang sangat menentukan. Ditempat kost itulah anda akan belajar, istirahat dan bahkan bersosialisasi dengan lingkunganya.
7) Cinta dan pergaulan bebas
Problematik yang palimg krusial yang paling banyak dialami oleh mahasiswa adalah masalah cinta. Jatuh cinta, pacaran , patah hati adalah siklus klasik, yamg hampir semua orang mengalaminya, termasuk mahasiswa. Namun dalam kennyataanya banyak pula mahasiswa yang mengalami hambatan belajar di perguruan tinggi hanya karena cinta.
1)Kejenuhan dan Kemalasan
Belajar di perguruan tinggi memakan waktu yang tidak sebentar. hal ini sering kali mendatangkan rasa jenuh dan malas belajar. Belum lagi tuntunan kemandirian yang lain yang akan membawa pengaruh terhadap kehidupan psikis.
2) Ketidakmampuan mengelola waktu
Waktu tak pernah kembali. itulah falsafah waktu. efektifitas belajar di perguruan tinggi sangat bergantung pada bagaimana mahasiswa mengelola waktu tersebut. dengan keterbatasan waktu tersebut mahasiswa dituntut untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
3) Kurang berminat pada mata kuliah atau dosen tertentu.
Kurangnya minat pada matakuliah atau dosen tertentu dapat menjadi penghambat mahasiswa dalam belajar di perguruan tinggi. Demikian pula halnya dengan dosen, bila anda tidak suka dengan dosen tersebut,usahakan untuk tetap mengikuti perkuliahannya. Anda tidak mungkin menghindar dari dosen yang bersangkutan. Hilangkan perasaan tidak suka pada dosen tersebut.
4) Keuangan
Kekurangan dan kelebihan uang akan menjadi problematik selama belajar di perguruan tinggi. kekurangan uang akan menghambat mahasiswa dalam belajar karena tugas-tugas dan masalah yang berhubungan dengan finansial solusinya kurang dapat diatasi tanpa keuangan yang cukup. sebaliknya kelebihan uang pun bisa menjadi masalah bagi mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai banyak uang biasanya cenderung menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak penting (konsumtif). Fasillitas yang tersedia di kota besar sangat banyak, sehingga akan menjadikanya terlena dan lupa akan tugasnya sebagai mahasiswa.
5) Lingkungan pergaulan
Keberhasilan belajar di perguruan tinggi juga dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan anda, jika anda bergaul pada lingkungan yang kondusif, anda tidak akan mengalami hambatan dalam belajar. Tetapi jika anda berada dalam pergaulan yang tidak kondusif, anda akan mengalami hambatan dalam belajar. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami drop out karena pengaruh lingkungan pergaulan.
6) Tempat kost
Bagi yang berasal dari daerah lain atau kota lain, tempat kost adalah tempat yang sangat menentukan. Ditempat kost itulah anda akan belajar, istirahat dan bahkan bersosialisasi dengan lingkunganya.
7) Cinta dan pergaulan bebas
Problematik yang palimg krusial yang paling banyak dialami oleh mahasiswa adalah masalah cinta. Jatuh cinta, pacaran , patah hati adalah siklus klasik, yamg hampir semua orang mengalaminya, termasuk mahasiswa. Namun dalam kennyataanya banyak pula mahasiswa yang mengalami hambatan belajar di perguruan tinggi hanya karena cinta.
Nama : Jefri Chaniago
Kelas : 1KA20
Tugas : Ilmu Sosial Dasar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar