Ujian
merupakan salah satu hal yang mampu mebuat setiap siswa merasa cemas dan takut.
Segala persiapan dilakukan dan disiapkan baik fisik maupun mental. Itu pula
yang saya rasakan menjelang ujian
sekolah yang akan berlansung. Adanya tekanan yang terasa kuat cukup membuat
kepercayaan diri yang saya miliki sempat turun.
Belajar
lebih giat dan sungguh- sungguh merupakan cara yang ampuh untuk menepis segala
keraguan, kecemasan dan meningkatkan kembali rasa percaya diri yang sempat
hilang. Ujian tertulis mungkin tidak terlalu sulit untuk dilewati, namun
berbeda dengan ujian praktek yang benar- benar harus mengeksperikan kemampuan
yang dimiliki.
Pelajaran
Bahasa Indonesia salah satunya yang menurut saya cukup sulit. Walaupun bahasa
ini merupakan bahasa nasional dan selalu digunakan sehari- harii kenyataannya
tidak sesimple itu. Banyak aksesoris-
aksesoris yang melekat di dalamnya. Mengarang atau menulis merupakan hal yang
paling membuat saya merasa kesulitan.
Ketika
hari H ujian praktek Bahasa Indonesia (menulis), muncul tanda tanya, apakah
bisa saya mengerkajannya ? adakah goresan tinta yang dapat diukit di atas
kertas ujian ini. Tangan terasa berat untuk bergerak, otakpun terasa enggan untuk
berpikir. Bagi sebagian orang mungkin mengarangan adalah hal termudah, tetapi
tidak untuk saya pribadi.
Banyak
faktor yang mungkin menjadikannya terasa sulit. Entah karena tidak adanya
bakat, imajinasi yang kurang, maupun kurangnya rasa ketertarikan terhadap
bidang yang satu ini. Mungkin benar semua awal pengetahuan itu dimulai karena
membaca, seringnya seseorang membaca menjadikan diri berpengetahuan yang luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar