Minggu, 01 Juli 2012

Ujian & Bahasa- ku



          Ujian merupakan salah satu hal yang mampu mebuat setiap siswa merasa cemas dan takut. Segala persiapan dilakukan dan disiapkan baik fisik maupun mental. Itu pula yang saya rasakan  menjelang ujian sekolah yang akan berlansung. Adanya tekanan yang terasa kuat cukup membuat kepercayaan diri yang saya miliki sempat turun.
          Belajar lebih giat dan sungguh- sungguh merupakan cara yang ampuh untuk menepis segala keraguan, kecemasan dan meningkatkan kembali rasa percaya diri yang sempat hilang. Ujian tertulis mungkin tidak terlalu sulit untuk dilewati, namun berbeda dengan ujian praktek yang benar- benar harus mengeksperikan kemampuan yang dimiliki.
          Pelajaran Bahasa Indonesia salah satunya yang menurut saya cukup sulit. Walaupun bahasa ini merupakan bahasa nasional dan selalu digunakan sehari- harii kenyataannya tidak sesimple itu.  Banyak aksesoris- aksesoris yang melekat di dalamnya. Mengarang atau menulis merupakan hal yang paling membuat saya merasa kesulitan.
          Ketika hari H ujian praktek Bahasa Indonesia (menulis), muncul tanda tanya, apakah bisa saya mengerkajannya ? adakah goresan tinta yang dapat diukit di atas kertas ujian ini. Tangan terasa berat untuk bergerak, otakpun terasa enggan untuk berpikir. Bagi sebagian orang mungkin mengarangan adalah hal termudah, tetapi tidak untuk saya pribadi.
          Banyak faktor yang mungkin menjadikannya terasa sulit. Entah karena tidak adanya bakat, imajinasi yang kurang, maupun kurangnya rasa ketertarikan terhadap bidang yang satu ini. Mungkin benar semua awal pengetahuan itu dimulai karena membaca, seringnya seseorang membaca menjadikan diri berpengetahuan yang luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar