Minggu, 01 Juli 2012

MANUSIA DAN KEINDAHAN




A.    Keindahan
                Keindahan  memiliki arti bagus, cantik, elok dan sebagainya. Segala hasil seni adalah benda yang memiliki sifat indah. Keindahan merupakan bagian bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan  manusia. Keindahan dan kebenaran  memiliki nilai yang sama yaitu abadi. Selain itu keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh apapun, kapanpun dan dimanapun.
Definisi jenis- jenis keindahan :
1.      Keindahan dalam arti yang luas
Keindahan ini meliputi keindahan seni, alam moral dan intelektual
2.      Keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan yang menyangkut pengalaman estetis seseorang dalam hubunganya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3.      Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan yang hanya menyangkut benda- benda yang diserap dengan indera penglihatan berupa bentuk dan warna.

               Didalam keindahan memiliki nilai insrtinsik dan ekstrinsik. Nilai instrinsik ialah suatu  tujuan  atau  sifat yang dimiliki suatu benda, sedangkan  nilai ekstrinsik ialah sifat sebagai alat atau sarana untuk menyampaikannya.
               Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, menikmati dan merasakan keindahan. Kontemplasi dan ekstansi yang dihubungkan dengan kreatifitas merupakan faktor tercipta keindahan.
           Pada dasarnya keindahan  itu alamiah. Pengungkapan didasari oleh motivasi dan tujuan tertentu. Beberapa alasan terciptanya keindahan yaitu tata nilai yang telah usang, kemerosotan zaman ,penderitaan manusia dan keagungan Tuhan.
Beberapa pandangan romantik tentang keindahan :
·      Ems Cassirer “ keindahan tidak bisa pernah selesai diperdebatkan”
·      John Keats “ sesuatu yang indah adalah keriangan, kemolekan beertambah dan tidak pernah berlalu ke ketiadaaan”
·      Coleridge “ sesuatu yang rendah dan tidak mempunyai nilai dapat berubah dan menjadi berarti”

B.     Renungan
              Renungan berasal dari kata renung yang artinya memikirkan sesuatu dengan dalam- dalam.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ad beberapa teori, yaitu :
1.      Teori Pengungkapan
Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Tokoh teori ini salah satunya adlah seorang filsuf Italia Benedeto Croce(1886-1952), yang menyatakan “ art is expression of impressions” ( seni adalah pengungkapan dari kesan- kesan. Ada juga Leo Tolstoi yang menegaskan bahwa seni adalah memunculkan dalam diri sendiri perasaan kepada yang mengalaminya dan memunculkan kembali sehingga saling mengalami perasaan yang sama
2.      Teori Metafisik
Teori ini merupakan teori tertua yang beraasal dari Plato. Dalam  karyanya ia membahas estetikfilsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Ia menyatakan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Seorang filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860), menurutnya seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Senima besar adalah ia yang mampu denga perunangannya menerobos segi- segi praktis adaribenda- benda disekelilingnya dan samapi pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide- ide dibaliknya.
3.      Teori Psikologis
Teori metafisis memiliki konsepsi tentang ide tertinggi dan kehendak yang tidak meuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Dari sini ahli estetik menelaah teori seni, diantaranya bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan- keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Toero lainnya dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller assal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain main yang ada  dalam diri seseorang. Sedangkan bagi Spencer permainan itu berperan untuk mencegah kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia- siakan.  Akan tetapi teori ini tidak diterima sepenuhnya, alasannya bahwa permaianan merupakan suatu reaksi, padahal seni adalah kegiatan yang serius dan kreatfi. Seni sebagai suatu lambang dari perasaan manusia. Lambang tersebeut disenut iconic sign (tanda serupa).

C.     Keserasian
              Keserasian berasal dari kata serasi dan kata kata dasar rasi yang artinya cocok dan sesuai. Tidak selamanya seatu yang berbeda itu  tidak serasi, ada kalanya sebuah pertentangan dapat menghasilkan suatu keserasian . Keindahan tersusun atas berbagai keselarasan  dan keterbalikan dari garis, bentuk, warna, nada dan kata- kata.
               Filsuf Inggris Herbert Read menyatakan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubunhan- hubunhan bentuk yang terdapat di antara penyerapan- penyerapan inderawi ( beauty is unity of formal relations among our sence- perpection).

1.      Teori obyektif dan Teori subyektif
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ad dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif.  Pendukung teori obyektif adalah Plato, Hegel, dan Benard Bocanquat, sedangkan pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof Shalfesbury dan Edmund Burke. Teori obyektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri- ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat yang memang sudah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan. Teori subyektif menyatakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.
2.      Teori Perimbangan
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka- angka. Hubungan dari bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka- angka. Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 SM sampai abad ke 17 M yang berarti selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran- aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keidahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya.Keindaha sesungghnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar