Minggu, 01 Juli 2012

MANUSIA DAN PENDERITAAN




A.      Pengertian Penderitaan
                   Penseritaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menaggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Peranan individu menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Dalam hidup Tuhan memberikan kebahagian maupun penderitan kepada setiap manusia. Dalam Al- Quran maupun kitab suci lainnya banyak surat yang menjelaskan tentang adanya penderitaan yang dialami oleh manusia maupun berisi peringatan tentang penderitan. Berbagai penderitaan telah dialami manusia, semua tentu selalu ada jalan keluar untuk menyelesaikannya.

B.       Siksaan
Terdapat dua jenis siksaan, yaitu siksaaan jasmani dan siksaan rohani.
Jenis siksaan yang bersifat psikis :
1.      Kebimbangan
Keadaan yang dialami seseorang yang tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan diambil. Hal ini dapat diatasi apabila seseorang yang mengalaminya kuat berpkikir dan dapat mengambil keputusan secara cepat.
2.      Kesepian
Keadaan yang dialami seseorang yang merasa sepi walaupun berada di lingkungan yang ramai. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut, manusia ditakdirkan sebagai homo socius yang artinya memerlukan peran serta orang lain dalam hidupnya.
3.      Ketakutan
Ketakutan dapat menyebabkan siksaan batin Rasa takut yang berlebihan disebut phobia. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami phobia, diantaranya :
·      Cloustrophobia dan Agoraphobia
Cloustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah rasa takut akan tempat terbuka.
·      Gamang
Gamang merupakan rasa takut yang timbul karena takut akan ketinggian
·      Kegelapan
Ketakuatan seseorang yang timbul bila ia berada di tempat yang gelap.

·      Kesakitan
Ketakuatan seseorang terhadap sakit yang akan dialaminya.
·      Kegagalan
Kegagalan merupakan ketakuan seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa apa yang dikerjakannya akan mengalami kegagalan.

Salah satu faktor penyebab phobia adalah shock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu. Ada 2 pendapat mengenai alasan mengapa seseorang mengalami phobia, yang pertama adalah phobia merupakan gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Kedua phobia adalah problemanya dan tidak perlu menemukan seba- sebab supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan.

C.       Kekalutan Mental
                      Kekalutan mental merupakan gangguan kejiwaan yang dialami seseorang akibat ketidak mampuannya mengahadapi sesuatu sehingga ia bertingkah tidak wajar.
Tahap- tahap gangguan kejiwaan :
a.       Gangguan nampak dalam diri penderita baik jasmani maupun rohani
b.      Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif ( lari dari masalah )
c.       Kekalutan merupakan titik patah dan penderita akan mengalami gangguan

                                  Kekalutan dipengaruhi beberapa alasan, diantaranya karena seseorang memiliki kepribadian yang lemah, terjadinya konflik sosial budaya dan cara pematangan batin yang salah. Kekalutan mental sendiri memiliki dampak positif maupun negatif. Positif apabila yang mengalaminya bertindak dengan baik dan menggunakan akal sehat. Sebaliknya akan berdampak negatif apabila penderita pesimis terhadap apa yang dialaminya. Selain itu si penderita akan mengalami tekanan batin ( frustasi ).
Ada beberapa jenis frustasi diantaranya :
a.       Agersi     : berupa kemarahan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan hypertensi
b.      Regresi    : wujud frustasi yang mencerminkan sifat kekanak- kanakan
c.       Fiksasi     : pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), contoh dengan diam
d.      Proyeksi  : wujud melemparkan kelemahan diri sendri kepada orang lain
e.       Identifikasi : menyamakan diri dengan orang yang dianggap idolanya
f.       Autisme  : keadaan dimana seseorang menutup diri dari dunia luar
D.      Penderitaan dan Perjuangan
                      Penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat diingkari. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan itu manusia berusaha mengatasi penderitaan yang dialaminya. Untuk itu dalam menghadapi penderitaan seseorang tidaklah bersikap pesimis. Dengan berjuang seseorang dapat terbebas dari penderitaan dan melanjutkan kelangsungan hidup. Faktor pendorong timbulnya penderitaan adalah kelalaian manusia itu sendiri.
E.       Penderitaan, Media Masa, dan Seniman
                      Kemajuan teknologi tidak dapat dipungkiri turut andil dalam terjadinya penderitaan dalam masyarakat. Pemanfaatan dan penyalah gunaan teknologi menjadi penyebabnya. Faktor lain penyebab penderitaan adalah kecelakaan. Kejadian- kejadian tersebut banyak di publikasikan di media massa, baik cetak maupun elektronik. Dari sini masyarakat dapat menentukan sikap apa yang harus diambil untuk membantu orang lain yang mengalami penderitaan.

F.        Penderitaan dan Sebab- sebabnya
Sebab – sebab timbulnya penderitaan :
·      Penderitaan yang timbul karena perbuuatan manusia
Contoh       : pembantu rumah tangga yang disiksa oleh majikan sendiri, korupsi yang             dilakukan para pejabat, orang tua yang menganaiaya anaknya sendiri         maupun sebaliknya dan lain sebagainya.
·      Penderitaan yang timbul karena penyakit, azab / siksaan Tuhan
Contoh       : seseorang yang ditakdirkan menderita cacat sejak dilahirkan, sakit keras/            parah yang dialami sesorang dan balasan yang diterima sesorang karena           perbuatan buruknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar