Minggu, 01 Juli 2012

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP




A.    Pengertian Pandangan Hidup
Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Pandangan hidup artinya pendapat atau   pertimbangan yang dijadikan pedoman / petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup  berasal dari hasil pemikiran manusia berdasarkan dari pengalaman waktu ke waktu.
Macam- macam pandangan hidup berdasarkan asalnya, yaitu :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2.      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu negara
3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya

Unsur- unsur pandangan hidup :
1.      Cita- cita
2.      Kebajikan
3.      Usaha
4.      Keyakinan/ Kepercayaan

B.       Cita- cita
Cita- cita adalah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha yang makin lama semakin tinggi tingkatnya. Cita- cita yang belum/ tidak mungkin terpenuhi disebut angan- angan. Tanpa adanya usaha dan kerja keras tidak mungkin cita- cita itu terwujud.
Faktor yang mendorong cita- cita dapat terwujud :
1.      Faktor Manusia
Faktor ini merupakan hal yang paling menentukan, karena dalam diri sesorang itulah sebuah cita- cita muncul. Untuk merealisasikannya perlu adanya kemauan dan usaha, agar apa yang dicita- citakan bungan angan- angan belaka.
2.      Faktor Kondisi
Faktor ini dapat menghambat maupun menguntungkan dalam tercapainya cita- cita. Kondisi yang dimaksut adalah bagaimana seseorang menghadapi suatu kondisi yang sebelumnya sudah/ belum diketahui sebelumnya.
3.      Faktor Tingginya Cita- cita
Dalam penentuan cita- cita, seseorang haruslah memperhatikan sebarapa besar kemampuan yang dimilikinya, karena jika seseorang hanya memiliki cita- cita yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan tentu saja hal tersebut tidak akan terwujuud.

C.       Kebajiakan
Kebijakan merupakan perbuatan yang dapat mendatangkan keuntungan, karena hal tersebut sesuai dengan norma yang berlaku. Manusia terdiri atas jiwa dan raga, ia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Hal ini yang sering kali menutup akal sehat manusia untuk melakukan kebajikan. Sebgai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk bagi dirinya. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati merupakan hal yang berpengaruh besar dalam penentuan seseorang mengambil sikap. Kebajikan merupakan perbuatan yang dilakukan sesuai dengan suara hati. Namun ada juga yang disebut dengan kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan itu sifatnya nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya.
Faktor- faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang
1.      Faktor Pembawaan (  Heriditas )
Pebawaan merupakan sikap yang telah dimiliki seseorang sejak ia berada dalam kandungan. Sikap ini dipengaruhi sebagian besar oleh tingkah laku orang tuanya.
2.      Faktor Lingkungan ( Environment )
Lingkungan merupakan alam kedua tempat dibentuknya tingkah laku seseorang sejak ia keluar dari kandungan.  Lingkungan memiliki peranan yang sangat penting, karena dari sini sesseorang telah mengerti apa yang ia lakukan, bertemu dengan orang beragam yang memiliki tingkah laku dan sifat yang berbeda. Tinggal bagaimana orang tersebut menentukan sikap, apa yang menurutnya baik atau tidak.
3.      Faktor Pengalaman
Pengalam positif maupun negatif dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang. Pengalaman tersebut dijadikan bekal/ atau pelajaran untuk menenukan sikap yang akan diambil tehadpa apa yang sedang dialaminya. Hal ini juga dijadikan pertimbangan sebelum seseorang mengambil keputusan.

D.      Usaha
Usaha adalah kerja keras untuk mencapai cita- cita. Tanpa adanya usaha seseorang tidak akan mampu untuk melanjutkan hidup. Kerja keras dapat dilakukan denga otak maupun jasmani. Kerja keras pada dasarnya mengahrgai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dalam bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Hal inilah yang mempengaruhi tingkat kemakmuran seseorang. Keterbatasan kemampuan dapat diatasi dengan rasa kebersamaan dan saling tolong menolong.




E.       Keyakinan/ Kepercayaan
Ada 3 aliran keyakina menurut Prof. Dr. Harun Nasution, yaitu :
1.      Aliran Naturalisme
Aliran naturalisme berintikan spekulasi, tentang keyakina adanya Tuhan dan tidak ada Tuhan. Segala sesuatu yang ada dalam di dunia ini adalah ciptaan – Nya. Maka dari itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran- ajaran yaitu agama. Ada dua macam ajaran agama, yaitu :
a.       Ajaran agama dogmatis
Ajaran ini disampaikan Tuhan melalui nabi- nabi. Ajaran agama dogmatis bersifat mutlak dan tidak berubah.
b.      Ajaran agama dari pemuka agama
Ajaran yang perukan hasil buah pikiran manusia. Sifatnya terbatas dan ajaran ini termasuk kebudayaan. Sifatnya dapat berubah- ubah sesuai dengan perkembangan jaman.
2.     Aliran Intelektualisme
Aliran intelektualisme berdasarkan darii loika/ akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar maka itu yang diperbuatnya. Selain itu dengan akal juga dapat terciptanya teknologi. Akal sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya kalbu ( berpusat di hati ).
3.     Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kkekuatan ghaib dan juga akal. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun hati nurani. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika berpikir kolektif ( logika berpikir ), sedangkan pandangan hidup sosialisme relegius menekankan pada logika berpkit kolektif individual (hati nurani dan logika berpikir).

F.        Langkah- langkah Berpandangan Hidup yang Baik
1.      Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat manusia yaitu tahap pertama dari setiap aktivitas ( pandangan hidup ). Pandangan hidup tentang kehidupan yang ada baik setelah manusia diciptakan maupun sebelum semuanya ada seperti sekarang.
2.      Mengerti
Mengerti dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup. Dengan adanya pengertian terhadap pandangan hidup, akan ad kecenderungan untuk mengikuti apa yang ada dalam hidup itu sendiri.

3.      Menghayati
Dengan mengahayati pandangan hidup maka akan diperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup. Menghayati bertujuan agar seseorang mengerti nilai- nilai yang tekandung.
4.      Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran, maka sebaiknya seseorang meyakini pandangan hidup yang telah ia hayati. Hal ini merupakan hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat tercapainya tujuan.
5.      Mengabdi
Pengabdian merupakan hal yang penting dalam mengahayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan, melalui pengabdian seseorang akan merasakan manfaatnya. Pengabdian hendaknya dijadikan pakaian, baik dalam waktu tentram maupun sedang kesulitan.
6.      Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Mengamankan adalah langkah terberat, dibutuhkan iman yang teguh dan kebenaran untuk menanggulangi segala sesuatu yang dapat merusak atau merubaha pandangan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar